Selasa, 10 April 2012

Story about a couple's dream

Name : Vania Putri Rahmanto

NPM : 21209541

Class : 3EB13

A Couple's Dream

Dua orang anak duduk bersebelahan di bangkunya masing-masing, bersama belasan anak-anak lain, sedang asik menggambar di atas kertas A3. Di tengah papan tulis dan di sudut kanan atas setiap kertas A3 tertulis "Cita-citaku". Ibu guru berkeliling dan mengamati pekerjaan murid-muridnya di kelas itu.

A boy and a girl sit alongside each other on their own chairs, together with tens of other children. They seem to enjoy drawing on A3 paper. On the middle of the blackboard and on the top-right side of every A3 paper there is a text written, "My future". The teacher is going around observing the work of students in the class.

Anak perempuan: "Kenapa kamu lihat aku terus?"

Girl: "Why do you look at me?"

Anak laki-laki: "Aku bukan lihat kamu. Aku lihat gambar kamu. Gambar kamu cantik. Kamu juga cantik. "

Boy: "I am not looking at you. I look at your picture. Your picture is so beautiful. You are beautiful too."

Anak perempuan: "Kamu juga. Gambar kamu bagus. Nus, kamu lagi gambar apa?"

Girl: "Yours too. Your picture is good. What are you drawing?"

Anak laki-laki: "Aku gambar robot. Aku ingin jadi insinyur. Nanti aku akan membuat robot untuk melindungi bumi. Selain bumi, kamu juga. Rei, kamu gambar apa?"

Boy: "I am drawing a robot. I am going to be an engineer. Later I will make robots to protect the earth. Beside The Earth, you will too. Rei, what are you drawing?"

Anak perempuan: "Aku gambar rumah. Aku ingin buat rumah yang besar dan bagus. Nanti kakek, nenek, aku, dan kamu bisa main bersama. Robot kamu juga boleh ikut."

Girl: "I am drawing a house. I want to make a big and nice house. Later grandfather, grandmother, I, and you can play together. Your robot can join too."

Ibu guru: "Nusa, Rei, Jangan ribut!"

Teacher: "Nusa, Rei, Silent please!"

Anak laki-laki dan anak perempuan: "Iyaa, Buuuu!"

Boy and girl: "Yes, Maaam!"

Nusa dan Rei tersenyum masing-masing. Sejak saat itu mereka berteman.

Nusa and Rei smile to each other. Since then they become friend.

Catatan Penulis: Pembaca, tolong jangan kecewa. Ini hanya kisah fiksi.

Author note: Readers, please do not be disappointed. This story is fiction.

Nusa dan Rei lulus Taman Kanak-kanak bersama. Nusa dan Rei melanjutkan pendidikan sampai Sekolah Menengah Umum di sekolah yang sama. Ayah Nusa adalah seorang pengusaha sukses. Ayah Nusa sudah berhasil mengembangkan toko kecil yang didirikannya sebelum Nusa lahir menjadi perusahaan besar yang mempunyai banyak cabang di berbagai daerah. Rei tinggal bersama kakek dan neneknya sejak kecil. Kakek Rei adalah seorang kontraktor bangunan. Rei sering mengunjungi kakeknya di proyek bangunan untuk sekedar berkunjung atau membawakan makanan. Nusa sering diajak Ayahnya ke perusahaan untuk membantu. Nusa dan Rei masih berteman hingga saat ini. Saat ini, Nusa dan Rei sedang menikmati masa remaja mereka. Mereka bertemu, bepergian, dan bermain dengan bebas seperti tidak ada apapun yang dapat menghalangi kegembiraan mereka.

Nusa and Rei graduate from kindergarten together. Nusa and Rei continue their education up to secondary school in the same school. Nusa's father is a successful businessman. Nusa father has successfully developed a small store before Nusa was born to become a large company that has many branches in various areas. Rei lives with her grandmother and grandfather since she was small. Rei's grandfather was a building contractor. Rei's grandfather often go to the building project for a visit or to distribute food. Nusa often invited his father to the company for help. Rei and Nusa are still friends until now. Currently, Nusa and Rei are enjoying their adolescence. They meet, travel, and play freely as if there is nothing that can hinder their happiness.

Nusa dan Rei lulus Sekolah Menengah Umum bersama. Nusa dan Rei melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri yang sama. Nusa memilih jurusan manajemen atas saran ayahnya. Nusa direncanakan untuk menjadi pengganti ayahnya di kemudian hari. Nusa mendukung rencana orangtuanya. Rei memilih jurusan arsitektur, jurusan yang berbeda dengan Nusa. Rei sering berdebat dengan Kakeknya tentang tugas-tugasnya. Rei sibuk dengan aktivitas kuliahnya, sedangkan Nusa sibuk dengan kegiatan organisasi yang diikutnya.

Rei and Nusa graduate from High School together. Rei and Nusa continue their education to the same university. Nusa chooses the management course because of the advice of his father. Nusa plans to become a substitute for his father in the future. Nusa supports his parents' plan. Rei chooses architecture major, in the different department from Nusa. Rei often debates with her grandfather regarding her duties. Rei is busy with the activities of studies, whereas Nusa is busy with the activities of the organization that he is participating in.

Setiap malam tiba Nusa mengirim pesan-singkat kepada Rei. Setiap malam juga Rei menantikan pesan dari Nusa. SMS menjadi penghubung mereka pada hari-hari sibuk. Pada hari-hari senggang mereka sengaja bertemu untuk melakukan kegiatan bersama. Nusa senang mengunjungi toko peralatan elektronik, Rei senang tur ke berbagai daerah, dan mereka sering melakukan keduanya bersama-sama. Nusa menjadi kembang dalam hidup Rei. Nusa menghiasi hidup Rei dengan tawa, tangis, dan kenangan. Rei menjadi bulan dalam hidup Nusa. Rei menerangi hidup Nusa melalui kebersamaan, semangat, dan senyuman manis.

Every night Nusa sends a short message to Rei. Every night Rei also waits for the SMS from Nusa. SMS is becoming their connector when they are busy. On days with spare times, they purposely meet each other to do group activities. Nusa likes to go to electronic equipment store, whereas Rei likes to tour various tourism areas, and they often do both together. Nusa becomes a flower is Rei's life. Nusa decorates Rei's life with laughter, weeping, and memories. Rei becomes the moon in Nusa's life. Rei illuminates the life of Nusa through togetherness, encouragement, and sweet smiles.

Nusa dan Rei lulus dari Perguruan Tinggi bersama. Nusa ditawari untuk melanjutkan studi oleh orangtuanya, tapi Nusa memutuskan untuk mencari pengalaman kerja dulu. Nusa mendapat pekerjaan sebagai pemasar di sebuah bank internasional. Pekerjaan di bank adalah impian banyak orang. Pekerjaan dalam kantoran ber-AC di pusat kota dengan fasilitas dan gaji yang memuaskan. Rei mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di luar negeri. Nusa memberi dukungan pada Rei. Rei pergi ke luar negeri. Pada awalnya, Nusa dan Rei masih saling berbalas e-mail. E-mail dari Nusa berisi cerita tentang dia dan teman-teman kerjanya, pencapaian yang diraih, sampai kebosanan dalam bekerja. E-mail dari Rei berisi cerita tentang dia dan teman-teman kuliahnya, foto-foto dia, dan untaian kata penyemangat bagi Nusa. Semakin lama, balasan dari Rei maupun Nusa semakin lambat. Telepon juga jarang dibalas. Hubungan semakin jarang terjadi. Jurang di antara mereka semakin lebar dan dalam.

Nusa and Rei graduate from university together. Nusa is offered to continue the study by his parents, but Nusa decides to have working experiences first. Nusa gets a job as a marketer in an international bank. Employeed by a bank is a dream for many people. Working in air-conditioned office in the city center with all the facilities and a satisfactory salary. Rei receives scholarships to study abroad. Nusa gives his support to Rei. Rei goes overseas. Initially, Nusa and Rei still send e-mails to each other. E-mails from Nusa contain stories about him and his co-worker, his achievement, and many other things including his boredom at work. E-mails from Rei contain stories about her and her study-friends, photographs, and words of wisdom about enthusiasm for Nusa. As time flies, replies from both Rei and Nusa are slower and slower. Phone calls are also rarely returned. Communication between them rarely happens. Chasm between them becomes wider and deeper.

Dua tahun kemudian mereka sudah hampir tidak pernah berkomunikasi lagi. Matahari mulai terbenam dan kembang mulai layu. Nusa memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan dia melamar ke sebuah perguruan tinggi swasta terkenal di luar negeri. Nusa merasa sangat jenuh dan bosan dengan pekerjaannya. Nusa berpikir bahwa jenjang pendidikan yang lebih tinggi akan membuka pintu ke jabatan yang lebih tinggi, tanggung jawab yang lebih berat, wewenang yang lebih luas, dan kegiatan yang lebih bervariasi. Nusa memilih magister manajemen. Rei sudah berada entah di mana. Mereka sudah tidak pernah berkomunikasi. Dalam selang waktu ini, perasaan Nusa tidak pernah bisa terucapkan.

Two years later they have almost never communicate again. The sun begins to disappear and flowers start to become frail. Nusa decides to quit from his job and applies to a famous overseas private university. Nusa feels very saturated and bored with his job. Nusa thinks that higher level of education will open doors to higher positions, heavier responsibility, wider authority, and a more varied activities. Nusa chooses Masters program in Management. Rei has already disappear from his life. No communication between them has happened for ages. In this lapse of time, Nusa's feeling has never been able to be mentioned.

Suatu malam Nusa mengemasi barang-barangnya lalu dia membereskan isi dompetnya. Dia menemukan fotonya bersama Rei yang dibuat dalam photo-booth lima tahun lalu. Dalam foto itu Rei tersenyum. Nusa pun teringat akan senyum Rei yang sempat menerangi hari-harinya di masa lalu. Nusa mengirim pesan-singkat ke nomor Rei yang dulu:
> Sdr/i Rei,
> Selamat, Anda memenangkan undian dari Bank X!
> Tolong hubungi kembali nomor ini untuk konfirmasi.
> Terima kasih.
Nusa menunggu sebentar lalu dia melihat laporan pengiriman pesan singkat ke nomor Rei. Status di sana menunjukkan pesan-singkat menunggu. Dugaanku benar, Rei masih belum kembali. Nusa melihat ke luar jendela. Malam itu bulan tidak ada. Nusa pun tidur.

One night, Nusa packs his stuffs and then he begins to organize the contents of his wallet. He finds a picture of him with Rei that was made in a photo-booth five years ago. In the photo Rei smiles. Nusa is reminded about Rei's smiles that illuminated his day-to-day life in the past. Nusa sends a message to the Rei's old phone number:
> Sir/Madam Rei,
> Congratulations, you won the lottery from Bank X!
> Please contact this number for confirmation.
> Thank you.
Nusa waits for a while and then he saw the message sending report on his phone. The status message indicates that it is pending for delivery. My guess was correct, Rei has not come back. Nusa sees outside the window. There was no moon in that night. Nusa sleeps.

Keesokan harinya Nusa berangkat ke bandara diantar Ibu dan supir-ayahnya. Setibanya di bandara Nusa disambut oleh beberapa orang teman kuliah dan kolega kerja-nya. Mereka berbincang-bincang sejenak, berfoto dua kali, lalu Nusa berpisah dengan mereka semua. Antrian untuk menukar tiket tidak terlalu panjang. Ponsel Nusa berbunyi.

The next day Nusa goes to the airport with his mother and his father's driver. When he arrives at the airport, he is greeted by his friends and colleagues. They chat for a moment, take pictures together twice, and then Nusa says goodbye to all of them. The queue for getting boarding passes is not too long. Nusa's mobile phone rings.

"Hallo!"

"Hello!"

"Nusa, kamu ada di mana?"

"Nusa, where are you?"

"Aku sudah di bandara, Pa!"

"I have been at the airport, Dad!"

"Papa belikan kamu tiket untuk kelas eksekutif. Jangan mau kalau kamu dikasih tempat duduk kelas ekonomi."

"I bought the executive class ticket for you. Don't accept it if you get the economy class seat."

"Jangan khawatir, Pa. Walaupun cantik, petugasnya ga bodoh. Aku akan periksa kembali sebelum ke ruang tunggu."

"Do not worry, Dad. Although they are pretty, the officials are not stupid. I'll check again before go to the boarding room."

"Tuuut..." Telepon terputus.

"Tuuut..." The phone get disconnected.

Telepon Nusa berdering lagi.

Nusa's phone rings again.

"Maaf, Pa, tadi telepon terputus tiba-tiba."

"Sorry, Dad, the phone was suddenly interrupted."

"Ga apa-apa, boleh aku konfirmasi hadiah undianku sekarang?"

"It's OK, can I confirm my lottery prize now?"

"Heh?"

"What?"

"Nusa! Kamu ga inget aku? Aku ga sangka daya inget kamu pendek banget."

"Nusa! Did you forget about me? I am surprised that you have such a short-lived memory."

"Mmm... Rei?"

"Mmm... Rei?"

"Aku saudara tiri kamu!"

"I'm your step-sister!"

"Cuih! Sodara tiri yang ngeselin. Kamu ada di mana?"

"Yuck! Peevish step-sister. Where are you now?"

"Aku baru sampai di bandara nih. Ini nomer ayahku."

"I just arrived at the airport. This is my father's number."

"Hah?"

"What?"

Satu jam menuju waktu keberangkatan. Jantung Nusa berdegup kencang. Setelah mendapatkan boarding pass, Nusa bergegas ke sebuah kios makanan cepat-saji dalam bandara. Seorang gadis berjaket panjang tebal berwarna hitam duduk manis. Dia menghampiri gadis itu.

One hour to departure time. Nusa's heart beats very fast. After getting his boarding pass, Nusa rushes to a fast-food kiosk inside the airport. A girl with long thick black jacket sits sweetly. He approaches her.

"Rei!"

"Rei!"

"Nusa, kamu tambah tinggi yah?" Rei berdiri lalu menepuk-nepuk pundak Nusa.

"Nusa, did you become taller?" Rei stoods and slaps Nusa's shoulder repeatedly.

"Aku pakai sepatu pantofel, bukan sepatu capung kayak waktu kita kuliah dulu." Nusa memegang tangan Rei dan membawanya ke tempat duduk. "Kamu terima SMSku?"

Catatan penulis: sepatu pantofel diasumsikan sebagai sepatu hak tinggi, sedangkan sepatu capung diasumsikan sebagai sepatu hak rendah.

"I wear a pair of dress shoes, not light shoes like when we are still in university." Nusa holds Rei's hands and bring her to the seat. "Did you get my SMS?"

"Aku terima sesaat sebelum aku kembali ke sini. Jadi, kamu mau ke mana nih?"

"I received it just before I returned here. So, where are you heading to?"

"Aku mau susul kamu. Aku khawatir kamu kebingungan. Kalau kamu nyasar, di sana kamu ga bisa minta bantuan aku kan?"

"I am going after you. I am afraid you will be confused. If you stray, how can you ask me for a help there ?"

"Ha. Ha. Ha. Ga sampai segitunya kali. Kamu beneran mau susul aku?"

"Ha. Ha. Ha. I think I am not that worse. Are you really going after me?"

"Yup, tapi kamu malah ada di sini."

"Yup, but now you are here."

"Jurusan apa?"

"What major?"

"Manajemen."

"Management."

"Manajemen lagi? Dulu skripsi kamu dibikin bareng-bareng. Aku masih inget, kalau kamu kerja sendiri, skripsi kamu ga pernah maju."

"Management again? Your final-year-project was done together with me. I still remember, if you work alone, you never move forward."

"Skripsi aku selesai kan? Aku pikir aku butuh penyegaran. Pekerjaan baru, posisi baru, suasana baru, tantangan baru."

"But I finished it, right? I think I need refreshment. New job, new position, new atmosphere, new challenges."

"Kamu suka dengan pekerjaanmu yang dulu? Seinget aku, setiap kali kamu kirim e-mail, lebih dari setengah isinya adalah keluhan kamu. Baca aja bikin mataku sakit, apalagi bales. Aku jadi males."

"Do you like your previous work? As I remember, every time you sent me an e-mail, more than half of the content is your complaint. Reading your e-mail hurts my eyes, so does replying to your e-mail. So I became lazy."

"Aku juga males terima e-mail kamu. Foto, foto lagi. sepuluh mega, dua-puluh mega lagi. Pekerjaanku yang dulu, menurut aku, bagus. Aku kerja di tempat yang nyaman, aku bisa menabung, aku bisa meniti karir, ga ada yang salah."

"I was also lazy to receive your e-mail. Photos, photos again. Ten megabytes, twenty megabytes again. My previous job, according to me, was good. I worked in a comfortable place, I could save money, I could have careers, there was nothing wrong. "

"Kenapa kamu keluar?"

"Why did you quit?"

"Aku merasa bosen. Aku merasa jenuh. Aku merasa capek kerja di sana."

"I felt bored. I felt saturated. I felt tired of working there."

"Atau.. kamu merasa ga suka?" Rei melanjutkan, "Kamu inget ga, gambar apa yang kita buat waktu kita masih TK."

"Or.. did you feel like it is not you?" Rei continued, "Do you remember, the drawing that we did when we were still kids."

"Mmm... kamu gambar rumah?"

"Mmm... you drew a house?"

"Gambar kamu?"

"And your picture was?"

"Ha. Ha. Ha. Itu kan dulu."

"Ha. Ha. Ha. It is just our past."

"Tapi itu cita-cita kamu."

"But it is your dream."

Nusa diam. Nusa teringat akan gambar yang dulu dia dan Rei buat. Rei membuat gambar rumah, sedangkan Nusa membuat gambar robot. Rei masuk jurusan arsitektur atas kemauannya sendiri, sedangkan Nusa masuk jurusan manajemen atas kemauannya sendiri yang didasari oleh saran Ayahnya. Rei akan bisa merancang dan mewujudkan rumah yang ingin dibangunnya ketika dia masih kecil. Sekarang Nusa memang tidak ingin membuat robot, tapi Nusa tertarik pada elektronik. Dia kerja dalam bidang perbankan, bukan elektronik seperti yang disukainya. Nusa tidak tertarik pada pemasaran, dia lebih tertarik pada teknologi dan peralatan elektronik. Waktu keberangkatan sudah semakin dekat.

Nusa becomes silent. Nusa remembers about the drawing that himself and Rei made. Rei drew a big and nice house, while Nusa drew a robot. Rei chose to learn architecture with her own volition, while Nusa chose to learn management because of his father's suggeston. Rei will be able to design and realize a big and nice house like her childhood dream. On the contrary, Nusa does not want to create robots, but Nusa is actually interested in electronics. He used to work in banking fields, while his actual interest is all about electronics. Nusa is not interested in marketing, he was more interested in technology and electronic equipment. Now, it is almost time to depart.

"OK, aku akan pertimbangkan pilihanku lagi. Rei, ... Terima Kasih."

"OK, I will reconsider my choice again. Rei, ... Thank You."

"Sudah mau berangkat?"

"Is it already the time?"

"Yup!"

"Yes it is."

"OK, sampai jumpa lagi!"

"OK, see you again!"

Nusa memeluk Rei untuk beberapa saat. Rei mengantar Nusa sampai ke gerbang keberangkatan. Mereka berpisah lagi. Kali ini, Nusa yang meninggalkan Rei. Nusa meninggalkan Rei demi masa depannya, tapi kali ini Nusa berkata pada dirinya sendiri bahwa - tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah.

Nusa embraces Rei for seconds but it feels like forever. Rei accompanies Nusa to the departure gate. They are separated again. This time, Nusa leaves Rei. Nusa leaves Rei for his future, but this time Nusa says to himself that - It is never too late to change.

Source : http://www.kejut.com/futuredream

Conclusion :

Nusa after graduating high school continued his studies in management, this is because Nusa will be the successor company of his father. While Rei after high school graduation to continue his studies in the department of architects to follow his grandfather, who now works as a building contractor. They are both in essence are brothers. and it is proper that you support each of the future. Although integral to how long you keep the name forever will be a brother in our lives

Never be afraid to have ideals. Whatever ideals you will not be difficult to achieve if the hardware had a desire to make it happen. as brothers should mutually support each other in achieving their respective goals. because the name you will never be separated by distance and time. if successful do not forget to invite your brother to be successful as well. Toward a brighter future together for happy parents.

Selasa, 03 April 2012

tulisan Bahasa inggris binis 2

Nama : Vania Putri Rahmanto
NPM : 21209541
Kelas : 3EB13


Curly Hair Care Tips
Curly hair have different types. Big curly hair, curly frizzy curls up like a sausage that is very circular. Because various types of this, curly hair has a lot of problems because every person has a curly pattern that is different.

According YouBeauty, experts do not know clearly why there are many types of hair. Curly hair care tips too different. But definitely, the shape of your hair follicle curly-haired, has a bag of curly hair and also hair protein (keratin) that exist in the base of the hair will affect your hair type. All hair types will grow twisted, whatever your hair type. Will get curly hair if its wave number is growing.

Curly hair care tips

Keep the humidity
The owners of curly hair is highly recommended to maintain the hair moisture. In order for curly hair more smooth and gentle to use a deep conditioning treatment twice a month. If your hair is dry, do not wash too often, try to only twice a week.

Be careful Drying
You must be careful to handle curly hair. Avoid using too coarse towel when drying your hair or wrap your hair with a towel to absorb the excess water wash.

"Curly hair must be dried slowly, but if your schedule is too dense for it, wipe with a soft towel and make sure your hair does not fall apart when rubbed," advises celebrity stylist Kristan Serafino. "If curly hair is touched with the rough - or worse combed - will cause your natural curly hair matted instead."

Citing Conectique, you should dry the hair with your fingers, with or without a fan. The result will make the hair become more organized and flexible.

Do not touch
When using curl enhancer products like cream, gel or mousse, follow the pattern of your hair curly, rotate from the middle to the ends of your hair, advice Serafino. "When hair is dry, then you should apply new silicone serum on the ends of your hair to soften curly pattern and make it more shiny," he added.

Once laid out, do not touch your hair again because the more you play, your hair will actually grow tangled. Thus curly hair care tips, may be useful for you.

Source : http://artikel-bahasainggris.blogspot.com/2011/12/curly-hair-care-tips.html

Conclusion :

Curly hair is the hair with a different type. This type of hair is very sensitive in terms of treatment. The owners of curly hair recommended:
1. Maintain moisture in your hair using hair conditioner to the hair feels soft and smooth, while for dry hair, do not wash your hair too often. At least twice a week
2. Careful in drying the hair. Do not wear a towel when drying your hair is too coarse. In the dry the hair should not use a hair dryer, no fan
3. Do not touch the hair gel that is applied

Senin, 02 April 2012

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2 ke 2

Name : Vania Putri Rahmanto
NPM : 21209541
Class : 3EB13



Sabtu, 17 Maret 2012

My Activity

Name : Vania Putri Rahmanto
NPM : 21209541
Class : 3EB13

My Activity

I will tell about my activity. Everyday my activity begin from wake up at 5 o’clock in the morning. After I wake up at 5 o’clock in the morning, then I pray subuh to God, then I take a bath in the bathroom. After that, I am clening my bedroom. I feel so happy after I see that my bedroom was clean. Then, I am cooking a breakfast, usually I am breakfast with rice and chicken nugget or egg. Only wait 15 minute, my food is finish and I eat my food. I go to the campus at Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday and Sunday. From Monday to Wednesday I lecture as usual, then Thursday and Sunday I go to the campus for practical at the laboratory.

After I lecture at the campus, usually I back to home, then when I till at home, I change my clothes with my clothes at home. And then I pray zuhur to god, after that I stand by in my small shop at the home. I keep my small shop while I am listening music. I am so enjoy it. When I feel tired, I go to the bed for sleep.

At the night, I am finishing my lecture duty, after that I sleep. Tomorrow, at the morning I will do my activity as usual.

Jumat, 16 Maret 2012

Sabtu, 19 November 2011

Tugas Bahasa Indonesia 2 (Penalaran Deduktif)

Nama : Vania Putri Rahmanto
NPM : 21209541
Kelas : 3EB13

Penalaran Deduktif

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Menurut Jujun Suriasumantri, Penalaran adalah suatu proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Sebagai suatu kegiatan berfikir penalaran memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri pertama adalah proses berpikir logis, dimana berpikir logis diartikan sebagai kegiatan berpikir menurut pola tertentu atau dengan kata lain menurut logika tertentu. Ciri yang kedua adalah sifat analitik dari proses berpikirnya. Sifat analitik ini merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.

Pengetahuan yang dipergunakan dalam penalaran pada dasarnya bersumber pada rasio atau fakta. Mereka yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran mengembangkan paham rasionalisme, sedangkan mereka yang menyatakan bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran mengembangkan paham empirisme.


Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum, lawannya induksi (Kamus Umum Bahasa Indonesia hal 273 W.J.S.Poerwadarminta. Balai Pustaka 2006)

Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. (Filsafat Ilmu.hal 48-49 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. (www.id.wikipedia.com).

Paragraf Deduktif

Pengertian paragraf deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

Ciri-ciri paragraf deduktif

  1. kalimat utama berada di awal paragraf.
  2. kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.

Contoh dan Jenis paragraf deduktif

Kegiatan ultah panser biru yang ketiga bahkan mencapai klimaksnya.Ketika mereka menggelar jalan santai selupuh ribu peserta bahkan membirukan kota Semarang.Apalagi panitia telah menyiapkan doorprize besar besaran.Ada motor , TV , kulkas , VCD player , tape dan ratusan hiburan lainnya.

Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak para pelanggar lalu lintas.

Penalaran Deduktif
adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telahdiketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional,instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahuluharus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian dilapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakankata kunci untuk memahami suatu gejala.

-Corak berpikir deduktif: silogisme kategorial, silogisme hipotetis, silogisme alternative atau entimen.Dalam penalaran deduktif terdapat premis. Yaitu proposisi tempat menarik kesimpulan
-Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
-Penarikan secara langsung ditarik dari satu premis. Penarikan tidak langsung ditarik dari dua premis.
-Premis pertama adalah premis yang bersifat umum sedangkan premis kedua adalah yang bersifat khusus.

Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.
Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,
Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.

• Semua manusia pasti mati (premis mayor)
• Sokrates adalah manusia (premis minor)
• Sokrates pasti mati (kesimpulan)

Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu
-Silogisme Kategorial = Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
-Silogisme Hipotesis = Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
-Silogisme Akternatif = Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
-Entimen. = Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh argumen deduktif:

Premis 1 : Setiap mamalia punya sebuah jantung
Premis 2 : Semua kuda adalah mamalia
Konklusi : Setiap kuda punya sebuah jantung
Aspek penting Penalaran Deduktif :
- Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar
- Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.

KESAHIHAN PENALARAN DEDUKTIF

Perhatikan contoh berikut:.

(1) Rumah Amin terletak di sebelah barat rumah Akbar.
(2) Rumah Akbar terletak di sebelah barat rumah Abdur
————————————————————————
Jadi, rumah Amin terletak di sebelah barat rumah Abdur (3)

Perhatikan pernyataan 1 dan 2 yang disebut premis dan menjadi dasar penarikan kesimpulan (yaitu pernyataan 3). Apa yang menarik dari pernyataan 1, 2, dan 3 di atas? Jika digambarkan, akan didapat diagram berikut.

Tentunya Anda sendiri, para pembaca naskah ini, tidak akan mengetahui apakah pernyataan tersebut bernilai benar atau tidak.
Mungkin juga Anda tidak akan mengenal dan tidak akan mengetahui apakah ketiga orang tersebut benar-benar memiliki rumah. Tetapi Anda dapat menyatakan bahwa jika premis-premisnya (yaitu pernyataan 1 dan 2) bernilai benar maka kesimpulannya (yaitu pernyataan 3) tidak akan mungkin untuk bernilai salah. Sekali lagi, jika premis-premisnya bernilai benar maka kesimpulannya tidak akan mungkin untuk bernilai salah.

Penarikan kesimpulan seperti ini disebut dengan penarikan kesimpulan yang sah, sahih, valid, absah, atau correct. Hal ini sesuai dengan pernyataan Giere (84:39) berikut: “Any argument in which the truth of the premises makes it impossible that the conclusion could be false is called a deductively valid argument.” Yang artinya, setiap argumen di mana kebenaran dari premis-premisnya tidak memungkinkan bagi kesimpulannya untuk salah disebut dengan argumen yang sah atau valid. Penarikan kesimpulan di atas dikenal dengan nama sylogisme dan bentuk umumnya adalah:

p ⇒ q
q ⇒ r
————
∴ p ⇒ r

Perhatikan contoh lain dari penarikan kesimpulan atau argumen deduktif beserta bentuk umumnya berikut ini:

Semua manusia Indonesia jago logika p ⇒ q
Amin manusia Indonesia p
——————————– ———-
Jadi, Amin jago logika q

Jika x = −3 maka x2 = 9 p ⇒ q
x2 = 9 q
——————————– ———-
Jadi x = −3 p

Contoh penarikan kesimpulan pertama di atas dikenal dengan modus ponens dan merupakan penarikan kesimpulan yang sahih, sedangkan contoh kedua merupakan penarikan kesimpulan yang tidak sahih. Perhatikan contoh pertama di atas sekali lagi. Jika premis argumen tersebut bernilai benar, maka tidak mungkin kesimpulannya bernilai salah. Contoh kedua merupakan penarikan kesimpulan yang tidak sahih, karena jika premis argumen tersebut bernilai benar, maka kesimpulannya masih mungkin bernilai salah, yaitu untuk nilai x = 3.
Giere (1984) mencontohkan juga bahwa dari suatu premis-premis yang bernilai salah akan dapat dihasilkan suatu kesimpulan yang bernilai salah maupun yang bernilai benar melalui suatu proses penarikan kesimpulan yang valid berikut ini.

Babi adalah binatang bersayap. (Salah)
Semua binatang bersayap tidak dapat terbang. (Salah)
————————————————————————–
Jadi, babi tidak dapat terbang (Benar)

Bulan lebih besar daripada bumi. (Salah)
Bumi lebih besar daripada matahari. (Salah)
————————————————————————–
Jadi, bulan lebih besar daripada matahari (Salah)


KELEBIHAN PENALARAN DEDUKTIF

Pada proses induksi atau penalaran induktif akan didapatkan suatu
pernyataan baru yang bersifat umum (general) yang melebihi kasus-
kasus khususnya (knowledge expanding), dan inilah yang diidentifikasi
sebagai suatu kelebihan dari induksi jika dibandingkan dengan deduksi.
Hal ini pulalah yang menjadi kelemahan deduksi. Pada penalaran
deduktif, kesimpulannya tidak pernah melebihi premisnya. Inilah yang
ditengarai menjadi kekurangan deduksi.

Perhatikan sekali lagi contoh induksi berikut:
Mangga manalagi yang masih muda kecut rasanya.
Mangga harum manis yang masih muda kecut rasanya.
Mangga udang yang masih muda kecut rasanya.
Mangga …. yang masih muda kecut rasanya.
————————————————————————
Jadi, semua mangga yang masih muda kecut rasanya.

Kesimpulan di atas bernilai benar karena sampai saat ini belum ada mangga yang masih muda yang tidak kecut rasanya. Pernyataan itu akan bernilai salah jika sudah ada ilmuwan yang menghasilkan mangga yang tidak kecut rasanya meskipun masih muda. Dengan demikian, hasil yang didapat dari induksi tersebut masih berpeluang untuk menjadi salah. Sedangkan pada deduksi yang valid atau sahih, kesimpulan yang didapat diklaim tidak akan pernah salah jika premis-premisnya bernilai benar (truth preserving), sebagaimana ditunjukkan tadi. Inilah yang diidentifikasi sebagai kelebihan dari deduksi jika dibandingkan dengan hasil pada proses induksi.

Sampai saat ini, para filsuf sedang memimpikan suatu bentuk argumen atau penalaran yang dapat menghasilkan pernyataan baru yang bersifat umum yang melebihi kasus-kasus khususnya (knowledge expanding); dan hasilnya tidak akan salah jika premis-premisnya bernilai benar (truth preserving). Menurut Giere (1984:45), impian para filsuf tersebut tidak akan terlaksana dan manusia dituntut untuk memilih salah satu sesuai dengan kebutuhannya sebagaimana pernyataannya: “The philosophers’ dream of finding a form of argument that would be both truth preserving and knowledge expanding is an impossible dream. You must choose one or the other. You cannot both.” Pernyataan Giere ini telah menunjukkan bahwa kedua penalaran itu memiliki kelemahan dan kekuatannya sendiri-sendiri. Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa pada penalaran deduktif yang valid, jika premisnya bernilai benar maka
kesimpulannya tidak akan pernah bernilai salah. Namun jika premisnya bernilai salah maka kesimpulannya bisa bernilai salah dan bisa juga bernilai salah.